-

Kembangkan lebih besar misteri dalam dirimu melalui anganmu.

Info Terkini

PJJ DI KABUPATEN JOMBANG

Begini Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021 di Jombang.

  • Diposkan pada 10 Aug 2020 10:39
  •                  
  • View Format
  • 		

    Kebijakan pelaksanaan pendidikan di tahun ajaran 2020/2021 selesai didesain oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Kebijakan pelaksanaan pendidikan tersebut didesain untuk situasi di masa pandemi covid-19 ini. Seperti apa pelaksanaannya?

    Pelaksanaan pendidikan di tahun ajaran 2020/2021 ini tertuang pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Nomor 522.1/2777/415.16/2020 yang diterbitkan pada (10/7) kemarin. SE tersebut ditujukan kepada Korwilker Dikbud kecamatan, pengawas/penilik, Kepala SMP negeri/swasta dan Kepala SKB, PKBM dan LKP di Jombang. Kepala Disdikbud Jombang Agus Purnomo mengatakan, surat edaran tersebut menindaklanjuti SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. "Dalam surat tersebut menjelaskan tentang kegiatan awal tahun pelajaran, kegiatan belajar dari rumah (BDR), pendidik dan tenaga kependidikan," ujarnya, Selasa (14/7).

    Pada SE Disdikbud Jombang ini menerangkan bahwa, awal tahun pelajaran 2020/2021 dimulai pada 13 Juli 2020. Kegiatan dimulai dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada 13-15 Juli 2020, dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online. "Pihak sekolah menyiapkan semua informasi yang diperlukan oleh peserta didik baru dalam bentuk media presentasi tentang profil sekolah," kata Agus. Untuk kegiatan belajar dari rumah (BDR) lanjut Agus, seluruh lembaga pendidikan PAUD, SD, SMP, SKB, PKBM, LKP baik negeri maupun swasta melaksanakan kegiatan BDR dengan memanfaatkan kelas maya. Kelas maya ini dipersiapkan oleh KKG, MGMP, MGBK, guru, pembimbing pada masing-masing sekolah. Selanjutnya pada kegiatan BDR, kepala satuan pendidikan menyusun jadwal khusus selama masa kegiatan BDR. Guru atau pembimbing melakukan pemantauan secara intensif dan memastikan setiap peserta didik melakukan BDR. Sedangkan, Kepala Sekolah atau kepala lembaga melakukan pemantauan secara intensif, untuk memastikan setiap guru atau pembimbing melakukan pembelajaran terhadap peserta didik. Kepala sekolah juga diminta melaporkan kegiatan BDR kepada pengawas atau penilik. Kemudian, pengawas melaporkan hasil kegiatan BDR atas pemantauan kepala sekolah kepada Kepala Disdikbud Jombang. "Waktu berakhirnya kegiatan BDR bagi peserta didik akan ditentukan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang," pungkasnya.(*)

    Pewarta: Adi Rosul Editor: Nurlayla Ratri Jul 14, 2020 08:37



    Kerjasama